top of page

Diaspora Health Talk Seri #5 : Manfaat Memaafkan untuk Kesehatan Mental

Webinar bertajuk “Forgiveness & Mental Health” sukses diselenggarakan secara daring pada Minggu (29/3) sebagai bentuk kolaborasi antara IDN Global, PDITT, IDI, dan IKA-FAPS UNPAD. Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Psikolog Dr. Irfan Aulia dan Psikolog Riani Fitria, M.Psi., yang membahas pentingnya memaafkan dalam menjaga kesehatan mental.


Dalam pemaparannya, Dr. Irfan Aulia menjelaskan bahwa memaafkan merupakan sebuah keterampilan yang dapat dipelajari oleh siapa saja. Memaafkan bukan sekadar menahan amarah atau melupakan luka, melainkan proses sadar untuk merasakan emosi, melepaskannya, dan menemukan makna yang mendorong pertumbuhan diri. Ia juga menekankan bahwa memaafkan adalah pilihan pribadi yang dapat membawa manfaat secara psikologis, fisik, dan sosial.


Sementara itu, Riani Fitria menyoroti pentingnya waktu yang tepat dalam memaafkan. Memaafkan terlalu cepat dapat mencerminkan ketidakberdayaan, sedangkan terlalu lama menyimpan luka dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Ia memaparkan tahapan memaafkan menurut Robert D. Enright, mulai dari mengenali kemarahan, mengambil keputusan untuk memaafkan, menjalani proses pemaafan, hingga pendalaman makna. Ia  menambahkan, salah satu tanda bahwa kita telah berhasil memaafkan seseorang adalah tidak ada lagi rasa emosi, marah, ataupun sedih ketika bertemu orang yang telah menyakiti kita. 


Melalui webinar ini, peserta diajak untuk memahami bahwa memaafkan bukan berarti mengabaikan luka, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri agar dapat hidup lebih tenang, kuat, dan bermakna. (MS)



Comments


bottom of page