Trade Expo Indonesia 2026: Dari Konsultasi Ekspor Hingga Pembukaan Akses Pasar Pakistan
Indonesian Diaspora Network (IDN) Global memperkuat kontribusinya dalam pengembangan perdagangan internasional melalui partisipasi aktif pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), IDN Global melalui IDN-Preneur Global Network by IDN Global menghadirkan berbagai inisiatif untuk mempertemukan pelaku usaha nasional dengan pengusaha diaspora Indonesia di berbagai negara, memperluas akses pasar ekspor, serta mendorong kolaborasi bisnis lintas negara. Kehadiran ini menjadi wujud nyata komitmen IDN Global dalam mengoptimalkan potensi diaspora sebagai salah satu kekuatan strategis pembangunan ekonomi nasional.
Trade Expo Indonesia merupakan salah satu ajang perdagangan internasional terbesar di Indonesia yang mempertemukan produsen, eksportir, investor, dan pembeli dari berbagai negara. Penyelenggaraan TEI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keunggulan produk Indonesia sekaligus memperluas jejaring perdagangan di tengah persaingan ekonomi global. Dalam konteks tersebut, keterlibatan diaspora memiliki nilai strategis karena mampu menjembatani kebutuhan pelaku usaha nasional dengan karakteristik pasar internasional melalui pengalaman, pengetahuan, dan jaringan bisnis yang telah dibangun di negara tempat mereka berkarya.
Keberhasilan keikutsertaan IDN-Preneur di ajang pameran dagang terbesar di tanah air ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak strategis. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia memfasilitasi 2 (dua) lokasi booth strategis di Hall 6, yang masing-masing berlokasi di bagian Export Ecosystem serta booth nomor 75 dan 76.
Dukungan pembiayaan dan operasional juga diberikan oleh para sponsor utama, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) serta Okusi Associates. Selain itu, jajaran pengusaha diaspora Indonesia serta perusahaan rekanan IDN Global turut berkontribusi aktif di booth pameran, di antaranya Business Indonesia Netherlands Association (BINA) B.V. (Belanda), Intaj (Oman), Synergy Asia (Qatar), BISA (Singapura), serta perwakilan dari Mesir (Egypt). Kehadiran entitas-entitas bisnis tersebut membuktikan bahwa semangat gotong royong global mampu menciptakan ekosistem perdagangan nasional yang tangguh.
Di area booth Export Ecosystem, IDN-Preneur menyediakan layanan konsultasi bisnis serta sesi business matching secara intensif bagi para pelaku usaha Indonesia. Fasilitas ini dirancang khusus untuk menjembatani pelaku UMKM—termasuk dari komunitas Desa Bisa Ekspor, UMKM binaan Kementerian Koperasi, dan BNI X-pora serta berbagai organisasi bisnis lainnya—dengan jaringan pembeli global.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sepanjang lima hari pameran berlangsung. Tercatat, pengusaha diaspora Indonesia dan anggota IDN-Preneur hadir dari 14 negara, meliputi Belanda, Jerman, Uni Emirat Arab (UAE), Qatar, Taiwan, Oman, Korea Selatan, Kanada, Singapura, Mesir, Rusia, Amerika Serikat, Australia, hingga Madagaskar. IDN-Preneur juga menerima kunjungan dari sejumlah diplomat perwakilan Republik Indonesia, kementerian, serta BUMN.
Beberapa tokoh penting yang berkunjung dan berdiskusi antara lain Judha Nugraha (Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, UAE, Arif Sulistiyo (Kepala KDEI Taipei, Taiwan), Kepala Fungsi Ekonomi dari KBRI Doha dan KJRI Los Angeles, Devriel Sogia (Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri KP2MI), serta perwakilan dari Direktorat UPORA Kementerian Luar Negeri RI.
Sementara itu, di booth IDN Global nomor 75 dan 76 dipamerkan berbagai kegiatan dari rekanan IDN-Preneur. Di lini korporasi diaspora, hadir perusahaan asal Australia, yaitu Purityfic, serta di sektor logistik dan rantai pasok hadir Abang Xpress bersama dua perusahaan pendukung lainnya yakni Bumbi dan Prameswari.
Selain kegiatan pameran, diselenggarakan pula sesi podcast interaktif hasil kolaborasi dengan Abang Xpress. Sesi ini menghadirkan narasumber dari kalangan pengusaha diaspora global, di antaranya: Sekjen IDN Global Bernard Tampubolon mengulas mengenai Kartu Diaspora Indonesia dan berkolaborasi dengan Ivonny Zakaria dari Kinarya Coop terkait kelanjutan gerakan #OneTicketOneMangrove, Chairperson IDN-Preneur sekaligus Diaspora Entrepreneur di Belanda Monique Patricia untuk mendiskusikan program Diaspora Care dan peluang produk kuliner serta bahan baku Indonesia di pasar Eropa Barat, Diaspora Entrepreneur di Korea Selatan Meisy Chang untuk membahas tren pasar gaya hidup dan permintaan produk organik, serta Diaspora Kanada Lina Munir yang membahas regulasi impor komoditas di kawasan Amerika Utara
Sementara itu, Diaspora Entrepreneur Singapura Stephanus Widjaja memaparkan Singapura sebagai hub logistik dan keuangan internasional, serta Diaspora Entrepreneur di Qatar Kartini Sarsilaningsih yang mengulas ekspansi jaringan ritel Indonesia di kawasan Teluk.
Momentum penting lainnya berlangsung pada 16 Oktober 2026, ketika IDN-Preneur Global Network by IDN Global menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ecommerce Gateway Pakistan (PVT.) LTD. Kesepakatan tersebut mencakup empat bidang kerja sama strategis, yaitu joint international promotion (promosi internasional bersama), diaspora business networking (penguatan jejaring bisnis diaspora), trade facilitation (fasilitasi perdagangan), dan market development (pengembangan pasar). Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting dalam memperluas jaringan perdagangan internasional, memperkuat hubungan antar pelaku usaha, serta membuka peluang pengembangan pasar baru bagi produk dan layanan Indonesia.
Kerja sama dengan mitra bisnis Pakistan tersebut juga memperlihatkan potensi IDN-Preneur Global Network dalam membangun hubungan ekonomi lintas negara yang tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga pada pengembangan kolaborasi jangka panjang. Melalui kesepakatan ini, kedua pihak memiliki landasan untuk menjajaki kegiatan promosi bersama, memperluas jaringan pengusaha, serta mengidentifikasi sejumlah peluang perdagangan bagi para pelaku usaha, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Dukungan Kementerian Perdagangan dan BNI terhadap IDN Global menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, dunia usaha, dan diaspora dalam memperluas peluang ekonomi nasional. Kementerian Perdagangan berperan dalam memfasilitasi booth produk dan Ecosystem Booth, sementara dukungan BNI turut memperkuat pelaksanaan kegiatan dan pengembangan jejaring bisnis diaspora. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kapasitas pengusaha dan perluasan akses pasar.
Bagi IDN Global, keikutsertaan dalam TEI 2026 memiliki makna lebih luas daripada sekadar partisipasi dalam sebuah pameran perdagangan internasional. Melalui IDN-Preneur Global Network, diaspora Indonesia menunjukkan potensinya sebagai penghubung antara pengusaha nasional dan jaringan bisnis internasional, sekaligus sebagai mitra strategis dalam memperluas pasar ekspor dan memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. Pengalaman profesional, pemahaman terhadap karakteristik pasar di negara tempat tinggal, serta jaringan bisnis lintas negara menjadi modal penting bagi diaspora untuk mendukung pengembangan usaha nasional dan memperkenalkan Indonesia ke pasar dunia.
(SS/ MS/MP)





Comments