Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi PMI Oleh IDN Kuwait

Sebagai upaya mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), IDN Kuwait bekerjasama dengan KBRI Kuwait menyelenggarakan webinar bertajuk "Sosialisasi dan Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi PMI" pada Jumat (10/6) secara virtual dengan menghadirkan Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Abdur Rahman Irsyadi dan Direktur Jamsostek Kemnaker RI Retno Pratiwi.

Dalam paparannya, Abdur Rahman mengatakan ada sejumlah pilihan klaim yang bisa dipilih oleh PMI. Yakni sebelum dan sesudah penempatan Calon PMI, sebelum - selama - sesudah Calon PMI, serta selama penempatan. Disebutkan, sejumlah klaim yang bisa diajukan seperti biaya ganti penempatan atau gagal penempatan sebesar Rp 7,5 juta, serta santunan meninggal dunia di luar negeri hingga mencapai Rp 85 juta. Abdur Rahman menambahkan, jika ada musibah tak terduga seperti kecopetan hingga perampokan, klaim hingga senilai Rp 10 juta dapat diajukan.

“Selain itu jika dalam proses penempatan kerja mengalami PHK, ada santunan yang diberikan maksimal senilai Rp 5 juta. Dengan rincian masa kerja 1-6 bulan Rp 2 juta, 6-12 bulan Rp 3 juta dan 12-18 bulan senilai Rp 4 juta,” paparnya.

Terkait proses pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan, di dalam negeri dapat dilakukan melalui transfer atm bank dan di gerai mini market. Sementara di luar negeri, dapat dibayarkan melalui atm BNI, BRI, Mandiri dan internet banking. Jika ada kendala tertentu, para PMI dapat menghubungi nomor +6281380070175 (whatsapp).

Retno mengatakan, dari total sekitar 130 juta tenaga kerja Indonesia (termasuk PMI), baru sekitar 32 juta tenaga kerja yang telah di cover oleh BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia turut diatur dalam program jaminan sosial yang mengacu pada UU No 40 Tahun 2004 dan UU No 24 Tahun 2011 yakni BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, Retno menekankan bahwa BPJS Ketenagakerjaan diwajibkan bagi para PMI.

Berkaitan dengan proses pendaftaran, Retno menjelaskan para PMI dapat mengisi formulir melalui kanal BPJS Ketenagakerjaan seperti BP2MI, LTSA dan LTSP. Sementara itu untuk tata cara melaporkan klaim yakni dengan mengajukannya ke kanal BPJS Ketenagakerjaan (Lapak Asik atau Aplikasi JMO).

Adapun jangka waktu perlindungan bagi PMI adalah sebelum bekerja hingga paling lama 5 bulan dan selama kerja paling lama 25 bulan. Retno menambahkan, hak untuk menuntut manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) gugur atau kadaluwarsa, jika pengajuan klaim melebihi 24 bulan sejak kecelakaan kerja terjadi. (IDN Global)

 

berita terkait

Newsletter IDN Global Edisi Mei 2020
31 Mei 2020

Halo rekan2 Diaspora Indonesia di seluruh dunia,

Covid-19 dan selur..

Baca Selengkapnya
Covid-19 Berpotensi Menyebabkan Demensia
25 September 2021

Satgas Covid-19 WNI di Qatar bersama KBRI Doha, IDN (Indonesian Diaspora Netw..

Baca Selengkapnya
Kontribusi Diaspora Melalui Diaspora Bond
19 Juli 2020

Diaspora Bond rencananya akan diterbitkan pada bulan November 2020 mendatang...

Baca Selengkapnya