Potensi Diaspora Sebagai Investor Instrumen Keuangan Indonesia

Bank Indonesia Cabang Singapura menggelar Forum Gorup Discussion (FGD) dan memaparkan hasil survei "Potensi Diaspora Sebagai Investor di Pasar Keuangan Indonesia" pada Kamis (29/7) dengan dihadiri puluhan diaspora dari berbagai negara. Dalam FGD tersebut Kepala Kantor Perwakilan BI Singapura Anastuty K. memaparkan hasil survei oleh 98 responden dari 81 negara.

Dari hasil survei diketahui bahwa diaspora cenderung lebih berminat berinvestasi di sektor properti dibandingkan instrumen keuangan. Hal ini terkait masih kurangnya literasi responden terhadap instrumen pasar keuangan. Selain itu juga turut disampaikan kendala yang dihadapi diaspora dalam berinvestasi di Indonesia antara lain kepemilikan KMILN, isu perpajakan (double tax) hingga kesulitan dalam membuka rekening bank di Indonesia.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kemenkeu Deni Ridwan turut memaparkan seputar prosedur membeli SUN ritel dan memaparkan Diaspora Bond berikut prosedur penerbitannya seperti harus memiliki KMILN dan membuka rekening bank di Indonesia. Adapun target yang diberlakukan di tahun 2021 adalah melakukan perluasan identifikasi terhadap calon investor Diaspora Bond serta melakukan koordinasi yang lebih intens dengan seluruh stakeholders (Kementerian Luar Negeri, OJK, mitra distribusi serta asosiasi diaspora Indonesia).

Sementara itu Deputi Direktur Prudential, Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Rochma Hidayati menegaskan karena saat ini mayoritas diaspora mengeluhkan lambatnya proses verifikasi dalam mendaftar KMILN, OJK menghimbau agar Kemlu lebih proaktif dan bila perlu KBRI setempat bisa ikut melakukan verifikasi manual untuk mempermudah proses mengeluarkan KMILN ke diaspora.

Deputy Presiden IDN Global Kartini Sarsilaningsih yang juga hadir dalam FGD ini memberikan masukan bahwa perlu dibentuk working group antar stakeholders yang menangani instrumen keuangan Indonesia untuk diaspora. Ini diharapkan agar ada satu pintu informasi yang jelas apabila ada kendala yang dihadapi diaspora dalam berinvestasi di pasar keuangan Indonesia. 

Dalam sesi tanya jawab juga turut disampaikan kendala yang dihadapi diaspora Indonesia seputar kendala pembukaan rekening bank di Indonesia bagi diaspora, isu perpajakan, serta usulan adanya insentif bagi pendaftar KMILN agar lebih banyak partisipan. (IDN Global)

berita terkait

Mengenal Penyakit Monkeypox dan Antisipasi Penyebarannya
22 September 2022

Virus cacar monyet sempat ditemukan di Indonesia beberapa waktu lalu sebanyak..

Baca Selengkapnya
Kontribusi Diaspora Melalui Diaspora Bond
19 Juli 2020

Diaspora Bond rencananya akan diterbitkan pada bulan November 2020 mendatang...

Baca Selengkapnya
Newsletter IDN Global Edisi November 2020
01 Desember 2020

Halo rekan-rekan Diaspora Indonesia di seluruh dunia, 

Kami sa..

Baca Selengkapnya