Kontribusi Diaspora Melalui Diaspora Bond

Diaspora Bond rencananya akan diterbitkan pada bulan November 2020 mendatang. Adapun salah satu tujuan diterbitkannya Diaspora Bond ini adalah untuk pembangunan proyek-proyek di Indonesia serta diharapkan dapat menutup defisit APBN akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, proses sosialisasi terhadap diaspora terus dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Kemenlu. Di antaranya bekerjasama dengan IDN Global dengan menggelar “Dialog Interaktif Diaspora : Sosialisasi Potensi Diaspora Bond” pada Jumat (26/6).

Dialog dimoderatori oleh Presiden IDN Global Said Zaidansyah serta menghadirkan pembicara Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan dan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Yusron B. Ambary. Dialog dihadiri oleh pengurus IDN Global dan publik baik di Indonesia maupun di luar negeri. Sebelum dimulai dialog, Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya Kementerian Luar Negeri Dewi Savitri Wahab memberikan kata sambutan dengan mengajak diaspora Indonesia untuk berpartisipasi dalam Diaspora Bond karena turut serta membangun inftrastruktur di Indonesia. Saat ini negara lain juga melakukan Diaspora Bond karena melihat potensinya sebagai undersource financing.

”Untuk itu kami memanggil para diaspora Indonesia untuk menyalurkan rasa nasionalisme dengan memiliki Diaspora Bond,” ujar Dewi.

Pada awal Januari 2020, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Yusron B. Ambary menyatakan Kemlu dan Kemenkeu telah menandatangani kerjasama yang menyepakati KMILN sebagai syarat utama untuk mendapatkan Diaspora Bond. KMILN merupakan kartu tanda pengenal yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada MILN yang memenuhi syarat tertentu. KMILN dibuat dalam waktu 3 hari dengan proses online. Permohonan KMILN bersifat sukarela dan berlaku selama 2 tahun dan dapat diperpanjang, berbentuk kartu elektronik yang dikirim melalui email serta gratis. Adapun dokumen wajib yang harus disiapkan untuk pendaftaran KMILN bagi WNI di luar negeri berupa foto copy paspor dan ijin tinggal. Sementara bagi WNA eks WNI berupa foto copy paspor, ijin tinggal dan akta kelahiran. Adapun tata cara pendaftaran KMILN dapat diakses melalui iocs.kemlu.go.id. Sementara jika ada pertanyaan lebih lanjut terkait KMILN dapat mengirimkan email ke kmiln.adm@kemlu.go.id.

“Syarat utama pembelian Diaspora Bond adalah KMILN harus aktif. Jika nanti pemilik Diaspora Bond pulang ke Indonesia, status kepemilikannya tidak terganggu. Jika KMILN sudah expired, maka bisa masuk ke website KMILN dan memperpanjang di sana,” ujar Yusron.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan Deni Ridwan memaparkan Diaspora Bond menggunakan mata uang rupiah dengan tenor 3 tahun, fixed rate (seperti ORI), non tradable (seperti SBR), tanpa early redemption, dengan minimal pemesanan 5 juta dan maksimal 5 miliar rupiah. Adapun cara pembelian sama dengan e-SBN. Dalam proses registrasinya menyertakan KMILN, kepemilikan Single Investor Identification (SID), serta rekening di bank. Saat ini pihaknya tengah membangun sistem piloting untuk Diaspora Bond dengan 8 bank, 3 Fintech, dan 3 Sekuritas.

“Bagi yang sudah terdaftar di KSEI hanya perlu mengupdate data KMILN. Namun untuk membuka rekening, diperlukan NPWP. Ini akan didalami bagaimana cara mengatasinya bagi yang belum memiliki NPWP,” imbuh Deni. (IDN Global)

 

 

berita terkait

Peluang E-Commerce Di Tengah Pandemi
22 September 2020

Sebagai upaya memetakan peluang investasi di masa pandemi ini, Badan Pengurus..

Baca Selengkapnya
Indahnya Berbagi di Negeri Singa
07 September 2020

Para volunteer yang tergabung dalam Forum Komunitas Masyarakat Indonesia di S..

Baca Selengkapnya
WORKING GROUP IMIGRASI & KEWARGANEGARAAN
31 Januari" 2020

“Rangkul dan perlakukanlah kami yang tersebar di manca negara sebagai a..

Baca Selengkapnya