Salah satu aset Diaspora yang sangat berharga adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan penduduk Amerika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan yang dimiliki, setiap Diaspora dapat berperan sebagai duta bangsa untuk melakukan soft people-to-people diplomacy. Kaitannya dengan kehidupan bernegara, soft diplomacy memiliki lingkup yang sangat luas karena bisa mencakup ribuan aspek mulai dari politik, sosial, budaya, ekonomi dll.

Di kalangan publik Amerika, Indonesia masih belum begitu dikenal. Indeks "Country Brand" Indonesia ada di peringkat ke-66 di dunia, berada di bawah beberapa negara Afrika seperti Kenya (peringkat 65) dan di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura dan Thailand. Kurang dikenalnya Indonesia bisa menimbulkan sejumlah dampak negatif di antaranya minimnya jumlah turis asal Amerika ke Indonesia (hanya sekitar 200 ribu orang setahun). Sementara 25 juta wisatawan Amerika berkunjung ke Thailand dan 8 juta ke Vietnam setiap tahunnya. Kurang dikenalnya Indonesia juga turut menyulitkan perusahaan ekspor Indonesia dalam merekrut tenaga berkualifikasi internasional untuk membantu meningkatkan daya saing di kelas dunia. 

Description: http://www.diasporaindonesia.org/assets/files/article-image/festival-new-orleans-2.png

Untuk itu, Indonesian Diaspora Network (IDN) USA mengadakan event bertajuk “Diaspora’s Indonesia Festival” di New Orleans tanggal 29-30 April 2016 sebagai upaya program "Country Branding and Awareness". Bertempat di Hilton New Orleans Riverside Hotel, pada tanggal 29 April digelar konferensi nasional untuk membahas berbagai isu seperti mendorong penguatan dan pergerakan organisasi Indonesian Diaspora Network (IDN), berbagai tantangan dan peluang sebagai Diaspora di AS, diskusi seputar soft diplomacy yang berorientasi ke bisnis, serta perkembangan pengajuan dwi kewarganegaraan di Indonesia. Diskusi tersebut turut menghadirkan sejumlah pakar seperti Michael Ricks (Director U.S. SBA), Susannah Coolidge (NOCDC), Yuli Ismartono (Tempo English), Robert Manan (Global Culinary Taskforce), serta Dirjen AHU (Administrasi Hukum Umum).

Kemudian pada malam harinya digelar Gala Dinner di Grand Ballroom Hotel Hilton untuk membangun networking dan kerjasama di masa mendatang. Dalam acara tersebut, tamu VIP Direktur Negara Urusan Federal dari Mayor Mitchell Landrieu’s yakni Suchitra Satpathi hadir untuk memberikan sambutannya. Sementara itu Wakil Duta Besar Indonesian di Washington DC Sidharto R. Suryodipuro memberikan pandangannya terkait perkembangan politik dan ekonomi di Indonesia serta peranan Diaspora sebagai diplomat publik untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia-AS. Adapun tamu VIP lain yang turut hadir di antaranya perwakilan IDN-USA local chapters, para pebisnis lokal, Presiden IDN Global Ebed Litaay, Ketua IDN Global region Mexico Joko Waluyo serta jajaran sponsor seperti  MasterCard, Freeport McMoRan, PT CP Prima Tbk, Kemendag, BKPM, the Indonesian Embassy, serta KJRI Houston. Gala Dinner juga menampilkan pertunjukan tari Bali, tampilan musisi dan artis, serta diakhiri dengan menyanyikan “Tanah Airku Indonesia” oleh seluruh tamu undangan. 

Description: http://www.diasporaindonesia.org/assets/files/article-image/festival-new-orleans-3.jpg

Adapun puncak acara Country Brand melalui Diaspora’s Indonesia Festival ini dilakukan dengan menyelenggarakan festival akbar pertama kalinya di daratan Amerika, yakni menampilkan artis-artis Diaspora kepada publik di downtown New Orleans pada 30 Juni 2016. Sejumlah musisi Diaspora yang tampil di antaranya Atiek CB, Rey Wowor, Anto Joewono, Diar, Shakila, Nita Sinaga, 4For6 Los Angeles Band, serta grup band Gugun Blues Shelter yang didatangkan langsung dari Jakarta. Festival ini sekaligus memberikan kesempatan bagi musisi dan artis Indonesia untuk tampil di panggung internasional. 

Description: http://www.diasporaindonesia.org/assets/files/article-image/festival-new-orleans-4.png

Acara tersebut turut diramaikan dengan berbagai peragaan budaya serta expo kuliner Indonesia. Highlight food expo tersebut dipimpin chef ternama Maestro William Wongso dengan menyajikan masakan autentik Indonesia seperti sate, rendang, serta berbagai jajanan tradisional seperti lapis legit, lapis Surabaya, pukis, dan aneka ragam kuliner khas Indonesia lainnya. 

Diaspora’s Indonesia Festival-New Orleans dimotori oleh 3 organisasi utama Diaspora yakni Indonesian Diaspora Network USA, Indonesian Diaspora Business Council (IDBC), dan IDN-USA Chapter Lousiana. Dalam pelaksanaannya, ketiga organisasi didukung 12 IDN-USA Chapter lainnya yakni Austin, Dallas, Georgia, Greater New York, Great Oklahoma, Greater Philadelphia, Greater Seattle, Hawai, Houston, Midwest, North Carolina, dan Southern Calfornia. Kegiatan ini dipimpin Herry Utomo (President IDN USA) serta didukung komisi khusus yang terdiri dari Edward Wanandi (IDN USA Chairman&IDBC Chairman), Robert Manan (Global Culinary Task Force), Fify Manan (President IDBC), Ida Utomo (President IDN-USA Chapter Lousiana & IDN USA Board of Trustee) dan William Wongso (Culinary Maestro & Global Culinary Ambassador). 

Festival ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya sehingga para Diaspora sepenuhnya bisa berpartisipasi serta bergabung untuk memberikan dukungan kebersamaan, satu ikatan satu suara untuk Indonesia guna menyukseskan misi Country Branding serta soft diplomacy.

"Country Branding and Awareness" yang dilakukan secara mandiri oleh IDN-USA ini adalah prakarsa awal. Diharapkan kegiatan serupa bisa digelar dan diikuti oleh IDN-IDN lainnya di seluruh dunia, sehingga implikasi kegiatan ini akan menghasikan efek berlipat dan ebih efektif dalam membangun country brand Indonesia secara global.   

AKTIFITAS LAINNYA